Commodity Analysis Training Tebu

IKHTISAR

Latar Belakang
           Peluang bisnis perkebunan tebu di Indonesia masih sangat besar untuk dapat dikembangkan, mulai dari hulu (perkebunan) hingga hilir (pengolahan gula). Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) memproyeksikan pertumbuhan produksi gula Indonesia pada periode tahun 2017-2021 sebesar 0,14% dengan rata-rata produksi sebesar 2,46 juta ton.

           Sedangkan proyeksi pertumbuhan konsumsi sebesar 0,93% dengan rata-rata konsumsi mencapai 5,15 juta ton. Peningkatan konsumsi gula yang lebih tinggi dari produksi menyebabkan terjadinya impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mendorong perkembangan perkebunan tebu dan produksi gula, diperlukan dukungan pembiayaan dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Oleh karena itu diperlukan keterampilan dan wawasan mendalam tentang identifikasi, penilaian dan mitigasi risiko utama pada berbagai titik kritis proses pembiayaan bisnis tebu.

Tujuan
Tujuan pelaksanaan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap :

  1. Memahami profil bisnis, prospek dan tantangan dalam mengembangkan perkebunan tebu dan pabrik gula.
  2. Memahami karakteristik dan model bisnis perkebunan tebu dan pabrik gula.
  3. Memahami titik kritis pengelolaan dan  pembiayaan perkebunan tebu dan pabrik gula.
  4. Memahami risiko dan mitigasi risiko pembiayaan perkebunan tebu dan pabrik gula.
  5. Tips dan trik pembiayaan berkebunan tebu dan pabrik gula.
MATERI
No Materi Pokok Bahasan
1 Overview Bisnis a. Perkembangan industri
b. Pohon industri tebu
c. Peta penyebaran industri
d. Peluang pembiayaan dan prospek bisnis
e. Lesson learned
2 Kebijakan a. Perdagangan
b. Investasi
c. Perijinan
d. Pengawasan mutu
e. Lingkungan
3 Perkebunan Tebu (On Farm) a.     Proses bisnis
b.     Model bisnis
c.      Standar teknis
d.     Pengadaan bahan baku dan kerjasama kemitraan
4 Pengolahan Hasil
a. Proses pengolahan tebu
b. Standar mutu gula
c. Manajemen operasional
d. Titik kritis pengolahan hasil
e. Risiko dan mitigasi risiko of farm
5 Pasar dan Pemasaran
a. Peluang dan proyeksi pasar
b. Produksi dan konsumsi
c. Perkembangan harga
d. Sistem distribusi
6 Aspek Finansial a. Biaya investasi
b. Biaya modal kerja
c. Analisis keuangan
d. Analisis sensitivitas usaha
7 Model Pembiayaan a. Jumlah kredit yang disarankan
b. Jangka waktu kredit
c. Sistem pembayaran
d. Pola penarikan kredit
e. Pola monitoring kredit
8 Studi Lapang a. Pengenalan tanaman
b. Aktivitas dan kinerja budidaya
c. Menghitung potensi hasil produksi
d. Pengenalan pabrik
e. Pembahasan hasil kunjungan lapang
METODOLOGI

Metode
Pelatihan disampaikan dalam bentuk pemberian materi oleh instruktur dan diskusi topik (67%), serta kunjungan lapang (33%).

Peserta
Peserta merupakan account officer, analis kredit, risk management, auditor, atau yang menangani perkreditan di perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Pelaksanaan
Pelatihan dilaksanakan secara reguler di Bandung, Yogyakarta dan Malang.

TRAINER

Dr. Ir. Purwono, MS

Bidang Keahlian:

  1. Budidaya tebu, kelapa sawit dan karet
  2. Manajemen produksi tanaman
  3. Analisis risiko on farm kelapa sawit, tebu dan karet

Ir. Triyanto, MM.

Bidang Keahlian:

  1. Sosial Ekonomi Perkebunan
  2. Pendampingan dan Monitoring Perkebunan khususnya Tebu, Kelapa Sawit dan Karet
  3. Petani Kelapa Sawit Swadaya|
  4. Praktisi perkebunan kelapa sawit
DOWNLOAD BROSUR PELATIHAN (PDF)
PENDAFTARAN

HALAMAN PENDAFTARAN