Commodity Analysis Training Karet

IKHTISAR

Latar Belakang           

             Prospek perkaretan Indonesia di masa mendatang cukup cerah mengingat masih tersedianya lahan untuk pertanaman baru serta adanya kecenderungan terus meningkatnya produksi karet alam di Indonesia.

             Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, produksi karet tahun 2017 (3,23 juta ton) meningkat 2,28% dari tahun 2016 (3,16 juta ton). Karet juga merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Volume ekspor karet Indonesia berfluktuasi dengan rata-rata pertumbuhan 0,3%/tahun.

Tujuan

  1. Memahami profil bisnis, prospek dan tantangan dalam mengembangkan perkebunan karet dan pabrik pengolahan karet.
  2. Memahami karakteristik dan model bisnis perkebunan karet dan pabrik pengolahan karet.
  3. Memahami titik kritis pengelolaan dan  pembiayaan perkebunan karet dan pabrik pengolahan karet.
  4. Memahami risiko dan mitigasi risiko pembiayaan perkebunan karet dan pabrik pengolahan karet.
  5. Tips dan trik pembiayaan berkebunan karet dan pebrik pengolahan karet.
MATERI
No Materi Pokok Bahasan

1

Overview Bisnis

a. Perkembangan industri
b. Pohon industri karet
c. Peta penyebaran industri
d. Peluang pembiayaan dan prospek bisnis
e. Lesson learned

2

Kebijakan

a. Perdagangan
b. Investasi
c. Perijinan
d. Pengawasan mutu
e. Lingkungan

3

Perkebunan Karet (on Farm)

 

a. Bahan tanaman
b. Persyaratan tumbuh
c. Teknik budidaya
d. Panen
e. Risiko dan mitigasi risiko on farm
f.
Titik kritis on farm

4

Pengolahan Hasil

a. Proses pengolahan karet
b. Standar mutu karet
c. Manajemen operasional
d. Titik kritis pengolahan hasil
e. Risiko dan mitigasi risiko of farm

5

Pasar dan Pemasaran

a. Peluang dan proyeksi pasar
b. Produksi dan konsumsi
c. Perkembangan harga
d. Sistem distribusi

6

Analisis Finansial

a. Biaya investasi
b. Biaya modal kerja
c. Analisis keuangan
d. Analisis sensitivitas usaha

7

Model pembiayaan

a. Jumlah kredit yang disarankan
b. Jangka waktu kredit
c. Sistem pembayaran
d. Pola penarikan kredit
e. Sistem monitoring kredit

8

Studi Lapang

a. Pengenalan tanaman
b. Aktivitas dan kinerja budidaya
c. Menghitung potensi hasil produksi
d. Pengenalan pabrik
e. Pembahasan hasil kunjungan lapang

     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
METODOLOGI

Metode
Pelatihan disampaikan dalam bentuk pemberian materi oleh instruktur dan diskusi topik (67%) serta study lapang (33%).

Peserta
Peserta merupakan account officer, analis kredit, risk management, auditor atau yang menangani perkreditan di perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Pelaksanaan
Pelatihan dilaksanakan secara reguler di Bogor, Bandung, Pekanbaru, dan Medan.

TRAINER

Dr. Ir. Purwono, MS

Bidang Keahlian:

  1. Budidaya tebu, kelapa sawit dan karet
  2. Manajemen produksi tanaman
  3. Analisis risiko on farm kelapa sawit, tebu dan karet

Dr. Ir. Supijatno, M.Si

Bidang Keahlian:

  1. Budidaya kelapa sawit dan karet
  2. Manajemen Produksi Tanaman
  3. Analisis risiko on farm kelapa sawit, tebu dan karet

Ir. Triyanto, MM.

Bidang Keahlian:

  1. Sosial Ekonomi Perkebunan
  2. Pendampingan dan Monitoring Perkebunan khususnya Tebu, Kelapa Sawit dan Karet
DOWNLOAD BROSUR PELATIHAN (PDF)
PENDAFTARAN

HALAMAN PENDAFTARAN