Pelatihan Perkreditan

PELATIHAN PERKREDITAN

Di lihat dari sisi bisnis, pada dasarnya pemberian kredit merupakan aktivitas yang dapat memberikan share yang cukup besar bagi pendapatan suatu lembaga pemberi kredit. Namun demikian, aktivitas ini juga mengandung risiko kredit macet. Oleh karenanya setiap lembaga pemberi kredit harus memperhatikan asas-asas perkreditan sehat yang mensyaratkan agar lembaga pemberi kredit memperhatikan jaminan atas pemberian kreditnya. Jaminan ini memiliki arti keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan nasabah dalam melunasi kewajibannya sesuai perjanjian yang telah dibuat.

Terjadinya kredit macet umumnya disebabkan atas beberapa hal, seperti perubahan kondisi ekonomi masyarakat, kecurangan dari nasabah, kurangnya pengetahuan petugas kredit (account officer) atau Manajer terhadap aspek operasional dari bisnis nasabah, maupun kurang menguasai karakter bisnis nasabah. Oleh karenanya, petugas perkreditan perlu dibekali pengetahuan dan informasi yang akurat dan aktual sehingga mampu melakukan identifikasi dan analisis terhadap kondisi dan prospek bisnis nasabah, termasuk kemampuan softskill pendukung yang bermanfaat bagi petugas dalam menganalisis suatu aplikasi kredit.

Berbagai kredit usaha yang diberikan oleh lembaga keuangan, niscaya menuntut adanya kemampuan dalam analisis perkreditan.  Oleh karena kredit juga mempersyaratkan kelayakan usaha nasabah, maka analisis kredit sebagaimana lazim dilakukan dalam proses kredit juga perlu dilakukan dan berimplikasi terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi petugas kredit, bukan hanya dalam menaksir nilai agunan namun juga piawai melakukan analisis 5-K atau Five-C of credit, yang meliputi analisis terhadap

  1. Karakter Nasabah 

  2. Kapasitas Usaha

  3. Kapital

  4. Kolateral

  5. Kondisi Ekonomi. 

Karakter nasabah dan kapasitas usaha merupakan unsur primer dalam analisis kredit terutama kredit mikro.  Kapasitas usaha akan menunjukkan dan menentukan kemampuan bayar, sedangkan karakter nasabah akan menunjukkan dan menentukan kemauan (atau komitmen) nasabah terhadap kewajiban-kewajibannya. Pemahaman mendalam terhadap karakter nasabah dan kapasitas usahanya merupakan kunci sukses penyaluran kredit usaha mikro

TUJUAN DAN SASARAN

➣ Tujuan

♦ Mengembangkan kemampuan dalam penguasaan konsep, aplikasi dan analisis perkreditan.

♦ Mengembangkan kemampuan dalam penguasaan suatu sistem bisnis mikro dan critical point bisnis tersebut.

♦ Mengembangkan kemampuan dalam penguasaan analisis penilaian pembiayaan dan penilain kesehatan terhadap usaha-usaha mikro yang terpilih.

♦ Mengembangkan kemampuan dalam penguasaan pemetaan sasaran pemasaran.

♦ Mengembangkan kemampuan penguasaan untuk mengetahui faktor-faktor dan karakter individu yang mempengaruhi suatu bisnis mikro sasaran.

♦ Mengembangkan dan memberikan keterampilan untuk memonitor kredit, menganalisis peluang kredit bermasalah sebelum terjadi, serta melakukan penanganan terhadap suatu kredit bernasalah.

➣ Sasaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah :

♦ Peserta memiliki kemampuan dalam proses evaluasi suatu aplikasi kredit, disertai teknik analisis yang perlu dilakukan.

♦ Peserta memiliki wawasan tentang profil dan critical point bisnis usaha-usaha mikro terpilih.

♦ Peserta memiliki acuan dalam melakukan penilaian pembiayaan terhadap usaha-usaha mikro terpilih .

♦ Peserta memiliki wawasan dan kemampuan dalam membuat dan melaksanakan perencanaan pemetaan pemasaran.

♦ Peserta memiliki kemampuan dalam melakukan identifikasi karakter nasabah.

♦ Peserta memiliki pemahaman tentang metode monitoring kredit serta cara pencegahan dan penanganan kredit bermasalah.

POKOK BAHASAN DAN SASARAN KOMPETENSI

Materi dan silabus pelatihan yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

METODOLOGI

METODE

Pelatihan disampaikan dengan metode lokakarya, berupa tatap muka dalam bentuk pemberian materi oleh instruktur (50%) dan diskusi dalam bentuk tanya jawab antar instruktur dengan peserta untuk suatu topik tertentu (50%).

ALAT BANTU

Untuk memberikan gambaran yang jelas kepada peserta pelatihan, digunakan alat bantu berupa contoh kasus, foto, penugasan, dan LCD Proyektor.

PESERTA

Peserta pelatihan adalah Account officer, manager perkreditan, dan risk management perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

WAKTU DAN TEMPAT PELATIHAN

Pelatihan disusun dalam bentuk paket selama lima hari kerja, pukul 07.30 – 16.15. Pelatihan diselenggarakan secara in house dengan bertempat di Jakarta atau Surabaya atau tempat lain yang disepakati.

SISTEM PEMANTAUAN, EVALUASI DAN UJIAN

Pelaksanaan pelatihan dipantau oleh Primakelola Agribisnis Agroindustri Institut Pertanian Bogor, dengan teknik pemantauan evaluasi sebagai berikut :

♦ Pemantauan pelaksanaan proses belajar melalui observasi oleh seorang perekam proses yang selalu hadir di kelas, diadakan selama pelatihan berlangsung

♦ Penugasan resume materi atau kasus yang diberikan setiap hari pelaksanaan

♦ Evaluasi tiap-tiap sesi pembahasan modul, melalui pengisian kuisioner evaluasi yang terstruktur, diadakan setiap selesai pembahasan modul

♦ Ujian dilakukan 2 (dua) kali, pada hari ketiga pukul 06.30 sd 08.00 dan hari ke lima, pukul 15 sd 17.45

INGIN TAHU LEBIH LANJUT...

Untuk mengetahui program dan pelatihan kami selengkapnya, kirimkan pesan anda...