Pelatihan Culture dan Social Mapping

PELATIHAN CULTURE DAN SOCIAL MAPPING

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari berbagai suku, adat dan budaya yang beragam. Keberagaman adat dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan tantangan tersendiri bagi sebuah entitas usaha untuk dapat masuk dan sukses dalam bidang usaha yang dijalankannya. Keberagaman ini mendorong munculnya berbagai karakter masyarakat yang berbeda, yang secara sadar atau tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui respon yang diberikan terhadap suatu kondisi tertentu. Oleh karenanya, sebuah entitas usaha dituntut secara cerdas mampu menangani keberagaman dalam masyarakat yang merupakan pelanggan bisnis mereka. Tidak terkecuali bagi industri perbankan, yang dalam usahanya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Perbankan memiliki salah satu misi untuk mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, karakteristik UMKM adalah unik. Skala usaha yang kecil mengakibatkan manajemen UMKM menempatkan semua fungsi manajemen dan fungsi bisnis dalam sedikit tangan, atau bahkan satu orang wirausaha itu sendiri sebagai inti.  Akibatnya, segala “tetek bengek” kelengkapan untuk memenuhi syarat bankable, apalagi favourable, baik administratif maupun substantif, nyaris mustahil dapat dipenuhi.  Dalam road map perkembangan UMKM, ternyata tidak semua UMKM akan tumbuh atau berkembang dari usaha mikro, tumbuh menjadi usaha kecil, dan berkembang menjadi usaha menengah.  Tidak sedikit usaha yang posisi optimalnya tidak pada skala yang lebih besar.  Akan tetapi hal ini bukan berarti UMKM tidak memiliki potensi untuk menggerakkan perputaran produk-produk perbankan. Berbagai ciri minor UMKM tersebut “hanya” menunjukkan perbedaan dan kekhasan karakter usaha.  Tanpa memahami watak dan ciri UMKM, sulit bagi bank untuk berhasil dalam euforia eksplorasi potensi besar UMKM.

ROAD MAP PERKEMBANGAN UMKM

Namun untuk dapat masuk dalam pembiayaan UMKM dengan baik, tentunya akan sangat membutuhkan kemampuan pihak bank dalam memahami kondisi pasar dan keadaan masyarakat wilayah setempat, baik secara budaya, sosial, maupun kelembagaannya. Pemahaman ini akan memberikan nilai lebih dalam menyikapi ketatnya persaingan antar lembaga keuangan yang bergerak di sektor usaha mikro di Indonesia akhir-akhir ini. Identifikasi secara tepat terhadap tantangan dan kendala yang dihadapi mutlak perlu dilakukan guna memaksimalkan peran bank sebagai lembaga keuangan dalam sektor tersebut.

 

Tantangan dan kendala lembaga keuangan mikro (LKM)

Bank akan membutuhkan SDM dengan kompetensi dasar yang tepat dalam menghadapi tantangan dan kendala tersebut. Kompetensi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam soft skill yang identik dengan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. Soft skill perlu dilengkapi dengan kemampuan technical skill yang mumpuni dari masing-masing petugas bank. Hal ini diperlukan guna mendukung kelangsungan pelaksanaan program pembiayaan dalam jangka panjang.

Pendekatan terhadap pelaku usaha mikro merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan peran bank sebagai penasihat dalam mengelola keuangan usaha nasabah. Dengan pemahaman yang baik terhadap potensi wilayah dan keadaan masyarakat wilayah setempat, maka peran petugas bank dalam melakukan pendekatan terhadap usaha mikro akan lebih maksimal. Melalui pendekatan ini, usaha nasabah memiliki potensi untuk lebih dapat berkembang secara berkelanjutan, sehingga akan mampu meningkatkan taraf hidup nasabah.

POKOK BAHASAN DAN SASARAN KOMPETENSI

Materi dan silabus pelatihan yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

TUJUAN DAN SASARAN

TUJUAN

Pelatihan Culture & Social Mapping ini bertujuan meningkatkan kemampuan Petugas Bank dalam mengenali elemen-elemen budaya dan sistemnya, dinamika dan kelembagaan sosial serta kearifan lokal masyarakat, serta memetakan hubungan sosial masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.

SASARAN

Sasaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah :
1. Peserta memahami elemen-elemen budaya dan sistem, dinamika dan kelembagaan sosial, serta kearifan lokal masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.
2. Peserta mampu memetakan hubungan sosial masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing dan menarik implikasi manajerialnya.

Materi pelatihan ini adalah :

1. Ice Breaking
2. Fudamental budaya
3. Kerangka Dasar Sistem Sosial
4. Dinamika Sosial dan  Kearifan Lokal
5. Kelembagaan dan Hubungan Sosial
6. Social Mapping Framework
7. Social Mapping Output
8. Social Mapping Presentation

KURIKULUM PELATIHAN

METODOLOGI

METODE

Pelatihan disampaikan dengan menggabungkan beberapa metode secara berimbang, sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai pada masing-masing sub pokok bahasan materi pelatihan, yaitu:
1. Pemaparan
2. Diskusi
3. Latihan
4. Presentasi

 

ALAT BANTU YANG DIGUNAKAN

Alat bantu yang digunakan, yaitu:
1. White board
2. LCD projector
3. Bahan presentasi
4. Hand out

 

PESERTA PELATIHAN

Peserta pelatihan Social Mapping adalah Ka Unit  dan AMBM.

 

WAKTU PELATIHAN

Pelatihan akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, dimulai dari pukul 07.45 – 17.15.

 

TEMPAT

Kegiatan pelatihan akan diselenggarakan secara in house dan bertempat di Sendik Jakarta, atau tempat lain yang akan disepakati.

 

QUALITY ASSURANCE

Pelaksanaan pelatihan dipantau oleh PT. Primakelola Agribisnis Agroindustri Institut Pertanian Bogor, dengan teknik pemantauan evaluasi sebagai berikut :
1. Evaluasi tiap-tiap sesi pembahasan modul, melalui pengisian kuisioner.
2. Evaluasi yang terstruktur, diadakan setiap selesai pembahasan modul.
3. Evaluasi pelaksanaan pelatihan secara keseluruhan, melalui pengisian kuisioner evaluasi yang terstruktur, diadakan pada akhir pelatihan

 

PELAKSANA DAN INSTRUKTUR

Pelatihan dilaksanakan oleh PT. Primakelola-IPB, dengan instruktur yang memiliki bekal akademis (IPB maupun luar IPB) dan pengalaman lapangan, serta praktisi pelaku bisnis sesuai bidangnya.

LAYANAN PASCA JUAL

Alumni pelatihan bisa memanfaatkan layanan pascapelatihan berupa konsultasi penerapan tanpa dipungut biaya, dengan menghubungi :

 

PT Prima Kelola IPB

Subsidiary of BLST
Holding Company of IPB

Kawasan IPB Science Techno Park
Jl. Taman Kencana No.3 Bogor 16128, Indonesia
Phone : (0251) 8336858 | 8336859 | 8312435
Fax : (0251) 8312435
Mobile: +62 812 1100 170
Email : contact@primakelola.co.id
Web : primakelola.co.id

INGIN TAHU LEBIH LANJUT...

Untuk mengetahui program dan pelatihan kami selengkapnya, kirimkan pesan anda...