(Indonesia) Commodity Analysis Training Padi, Jagung, Singkong

IKHTISAR

Latar Belakang
           
Padi, jagung dan singkong merupakan komoditas yang menjadi bahan pangan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Berdasarkan data BPS produksi gabah kering tahun 2017 mencapai 81,38 juta ton, meningkat 1,78% dibandingkan produksi tahun 2016 yang mencapai 79,36 juta ton. Produksi jagung tahun 2017 sebesar 28 juta ton juga mengalami peningkatan sebesar 18,6% dari produksi tahun 2016 (23,6 juta ton).

Sementara produksi singkong tahun 2015 (21,8 juta ton) menurun sebesar 6,38% dari produksi tahun 2014 (23,4 juta ton). Pembiayaan komoditas di sektor pertanian memiliki peluang besar namun dengan risiko yang relatif tinggi. Pengelolaan pembiayaan sektor ini membutuhkan keterampilan untuk mengidentifikasi sumber-sumber dan paparan risiko yang relevan.

Tujuan

  1. Memahami profil bisnis, prospek, dan tantangan dalam budidaya pertanian padi, jagung, dan singkong.
  2. Memahami karakteristik dan model bisnis pertanian padi, jagung, dan singkong.
  3. Memahami titik kritis pengelolaan dan pembiayaan pertanian padi, jagung, dan singkong.
  4. Memahami risiko dan mitigasi risiko pembiayaan pertanian padi, jagung, dan singkong.
  5. Tips dan trik monitoring pembiayaan pertanian padi, jagung, dan singkong.
MATERI
No Materi Pokok Bahasan

1

Overview Bisnis

a. Perkembangan industri
b. Pohon industri padi, jagung dan singkong
c. Peta penyebaran industri
d. Peluang pembiayaan dan prospek bisnis
e. Lesson learned

2

Kebijakan

a. Perdagangan
b. Investasi
c. Perijinan
d. Pengawasan mutu
e. Lingkungan

3

Pertanian Padi, Jagung dan Singkong (on Farm)

a. Bahan tanaman
b. Persyaratan tumbuh
c. Teknik budidaya
d. Panen
e. Risiko dan mitigasi risiko on farm
f. Titik kritis on farm

4

Pengolahan Hasil

a. Proses pengolahan padi, jagung dan singkong
b. Standar mutu
c. Manajemen operasional
d. Titik kritis pengolahan hasil
e. Risiko dan mitigasi risiko off farm

5

Pasar dan Pemasaran

a. Peluang dan proyeksi pasar
b. Produksi dan konsumsi
c. Perkembangan harga
d. Sistem distribusi

6

Aspek Financial

a. Biaya investasi
b. Biaya modal kerja
c. Analisis keuangan
d. Analisis sensitivitas usaha

7

Model Pembiayaan

a. Jumlah kredit yang disarankan
b. Jangka waktu kredit
c. Sistem pembayaran
d. Pola penarikan kredit
e. Pola monitoring kredit

8

Study Lapang

a. Pengenalan tanaman
b. Aktivitas dan kinerja budidaya
c. Menghitung potensi hasil produksi
d. Pengenalan pabrik
e. Pembahasan hasil kunjungan lapang

     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
METODOLOGI

Metode
Pelatihan disampaikan dalam bentuk pemberian materi oleh instruktur dan diskusi topik (67%) serta kunjungan lapang (33%).

Peserta
Peserta merupakan account officer, analis kredit, risk management, auditor atau yang menangani perkreditan di perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Penyelenggaraan
Pelatihan dilaksanakan secara reguler di Bogor, Bandung, Bali, dan Makassar.

TRAINER

Dr. Ir. Purwono, MS

Bidang Keahlian:

  1. Budidaya tebu, kelapa sawit dan karet
  2. Manajemen produksi tanaman
  3. Analisis risiko on farm kelapa sawit, tebu dan karet

Aktivitas:

  1. Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB
  2. Dewan Karet Indonesia
  3. Anggota Agronomi Indonesia (PERAGI)
  4. Anggota Perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI)

Dr. Ir. Sugiyanta, M.Si.

Bidang Keahlian:

  1. Teknologi IPB Prima
  2. Produksi Pascapanen
  3. Ilmu Tanaman Pangan
  4. Tataniaga Beras

Aktivitas:

  1. Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB
  2. Pelaku bisnis padi (on farm) dan industri hilirnya
  3. Anggota Agronomi Indonesia (PERAGI)
  4. Anggota Perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI)

Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr

Bidang Keahlian:

1. Teknologi Pertanian
2. Ergonomika Pertanian
3. Teknik Biosistem
4. Guru Besar, Departemen TMB-Fateta IPB
5. Peneliti mandiri Agricultural production system &engineering

DOWNLOAD BROSUR PELATIHAN (PDF)
PENDAFTARAN

HALAMAN PENDAFTARAN