BENCHMARKING HORTICULTURAL COMMODITIES

trainingmindmapping

BENCHMARKING KOMODITI HORTIKULTURA

Pembangunan tanaman pangan, hortikultura dan industri gula memiliki potensi yang cukup besar karena didukung regulasi, ketersediaan lahan, kesesuaian agroklimat, dan ketersediaan pasar Indonesia merupakan produsen beras ketiga terbesar di dunia dengan produksi 70,6 juta ton

Konsumsi per kapita mencapai 140 kg beras per orang per tahun, membuat Indonesia masih merupakan negara importir beras

Petani kecil memberikan kontribusi 90% dari total produksi beras nasional, dengan luasan lahan rata-rata kurang dari 0,8 hektar

Hortikultura Indonesia memiliki cakupan yang luas, meliputi tanaman sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, dan obat-obatan nabati

Permasalahan pengembangan hortikultura adalah pembinaan teknis belum optimal, kapasitas SDM belum memadai, persyaratan teknis belum optimal, kawasan hortikultura terpadu belum terbentuk

Produksi buah-buahan Indonesia mencapai 15 juta ton (BPS, 2010)

Produksi gula nasional cenderung mengalami penurunan, pada 2015 produksi gula mencapai 2,497 ton (Kementan), menurun dari produksi 2014 yang sebesar 2,579 juta ton (Asosiasi Gula Indonesia, AGI)

Kebutuhan gula nasional sebesar 5,7 juta ton, terdiri atas: 2,8 juta ton untuk konsumsi rumah tangga, 2,9 juta ton untuk konsumsi industri

Australia telah dikenal sebagai negara pengekspor daging sapi terbesar di dunia.

Peternakan sapi potong di Australia dikenal sangat efisien dalam melakukan pekerjaannya.

Produksi daging sapi di Australia mencapai 2,2 juta ton dengan nilai lebih dari 5 milyar dolar Australia

Ternak sapi di Australia banyak dilepasliarkan dalam lahan puluhan ribu hektar dan proses-proses seperti pengembakbiakan dilakukan secara alami

Para petani (peternak) di Australia telah menerapkan teknologi budidaya yang tinggi, antara lain teknologi breeding, nutrisi ternak, budidaya tanaman pakan (rumput), dan lain-lain. Selain itu faktor-faktor pendukung lainnya, seperti penyuluhan, sarana-prasarana, dukungan investasi, dan lain-lain sangat kondusif sehingga para investor dan petani bergairah dalam melaksanakan usahanya.

Pengelolaan peternakan dari hulu sampir hilir dilaksanakan oleh pihak swasta dan petani, tanpa campur tangan pemerintah.

TUJUAN BENCHMARKING

Meningkatkan wawasan dalam best practices di sektor on-farm dan off-farm hortikultura, peternakan, perikanan,dan  perkebunan. Mempelajari berbagai teknis budidaya, pemasaran, sistem pabrikasi, dan teknologi pengolahan  hortikultura, peternakan, perikanan,dan  perkebunan.

INGIN TAHU LEBIH LANJUT...

Untuk mengetahui program dan pelatihan kami selengkapnya, kirimkan pesan anda...